BBTF 2018, 42 Negara Siap Hadir Target Transaksi Rp7,8 T

KUTA, BALI, bisniswisata.co.id: Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2018 kembali menyemarakkan bursa pameran wisata tingkat internasional. Sedikitnya 181 operator tur dari 42 negara mengonfirmasi partisipasi hadir selaku pembeli, karena itu target transaksinya sekitar Rp 7,8 triliun. Target ini dibandingkan tahun 2017 meraup Rp5,6 triliun.

“Kami optimis target tercapai. Mengingat, pariwisata Bali dan Indonesia semakin menarik minat pelaku pariwisata dunia berpartisipasi pada tahun ini. Apalagi event tahun ini kan business to business,” lontar Ketua Asita (Asosiasi Biro Perjalanan Wisata Indonesia) Bali Ketut Ardana selaku Ketua Panitia Penyelenggara BBTF di Kuta, Kabupaten Badung, Rabu (28/3/2018).

Menurut Ardana, jumlah kehadiran pembeli asing itu baru merupakan angka sementara yang dicatat per hari Rabu ini yang berpeluang besar masih akan bertambah lagi. Jika dibandingkan tahun lalu, BBTF 2017 diikuti 200 operator tur yang merupakan perusahaan jasa pariwisata dari 38 negara.

Tahun ini, operator tur yang berpartisipasi paling banyak berasal dari Australia mencapai 23 perusahaan, India (19), Inggris (15) dan Prancis (11). Sisanya merupakan perusahaan pariwisata di antaranya dari Cina, Jerman, Kroasia, Brazil, Ukraina, Arab Saudi, Afrika Selatan, Amerika Serikat, Spanyol, Israel, Belanda, Polandia, Tunisia, Kanada, Cile, Jepang, Korea Selatan, Ghana dan negara di kawasan Asia Tenggara.

Dilanjutkan, para penjual selain dari pelaku pariwisata dari Bali dan provinsi lain di Indonesia, tahun ini untuk pertama kalinya BBTF juga akan diikuti oleh penjual mancanegara dari Thailand, Myanmar, Kamboja dan Kota Dubai Uni Emirat Arab (UAE). Bahkan pelaku pariwisata dari Thailand yang paling bersemangat untuk ikut bertransaksi dalam ajang bisnis yang digelar sejak tahun 2014 itu.

Hingga saat ini, lanjut dia seperti dilansir laman Republika.co.id, sudah ada 10 agen perjalanan wisata dari negeri gajah putih itu yang berminat menjadi “seller” di BBTF tahun ini.

BBTF yang Asita Bali diselanggarakan 26-30 Juni 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) dengan tema “Exploring the Colours of Indonesia”. BBTF merupakan marketplace bagi para pelaku usaha wisata Indonesia dan luar negeri. Para buyers dan sellers sama-sama pelaku bisnis, bukan wisatawan. Itu sebabnya nilai transaksi bisa sangat besar sampai setahun ke depan.

Sehingga ini bukan travel fair biasa yang jualan langsung kepada wisatawan, tapi justru para pelaku usaha wisata dari tur, maskapai, hotel, inbound dan outbound agent saling berjual beli. Dari deal bisnis yang terjadi, diharapkan lahir paket-paket wisata yang bisa dijual kepada para traveler.

Wakil Ketua ASITA Bali Putu Winastra mengatakan pihaknya mengharapkan bisa mendapatkan dukungan dari maskapai di Indonesia, terutama Garuda Indonesia. Bagaimanapun, pesawat memegang peranan penting dalam menjual destinasi wisata.

“Buyers kan tidak cuma jual Bali, mereka perlu akses ke luar Bali dan kita butuh peranan maskapai, bagaimana konektivitasnya. Tahun lalu kita gandeng Qatar Airways untuk membawa buyers ke Indonesia, kita harap sekarang didukung maskapai Indonesia,” kata Winastra.

Usai BBTF nanti, para buyer akan diajak tur ke Banyuwangi, Toraja, Lembata, Jembrana, Bangli dan Karangasem. “Kita mau kasih kesempatan para buyer lihat langsung lokasi dan aksesibilitas,” jelas dia. (NDY)

By
Endy Poerwanto
 - 
Mar 28, 2018
REFER A COLLEAGUE
SELLER INVITATION
BUYER INVITATION